Jalan Sesama
Masih ingat tokoh Big Bird (burung tinggi berwarna kuning), atau Elmo (makhluk mungil dan imut berwarna merah), atau Count Dracula (tokoh drakula yang senang berhitung)? Semua tokoh tersebut pernah mampir di layar kaca Indonesia lewat acara bernama Sesame Street. Acara ini merupakan sebuah program acara anak-anak yang sangat terkenal di Amerika Serikat. Sesame Street menampilkan tema panggung boneka modern dengan berbagai tokoh yang dikemas dalam bentuk yang unik dan punya ciri khas tersendiri. Acara ini dapat menghibur anak-anak dan juga sebagai sarana pendidikan yang baik, salah satu contohnya dalam pengenalan warna. Setiap tokoh dalam Sesame Street diberi warna yang berbeda dan mencolok (contohnya Big Bird yang diberi warna kuning atau Elmo yang diberi warna merah).
Saat ini, saat program acara anak-anak selain film kartun sulit ditemukan di televisi, Creative Indigo membawa konsep Sesame Street kembali ke permukaan. Namun, program ini lebih dikemas dalam unsur Indonesia dan diberi nama Jalan Sesama. Program yang ditayangkan stasiun televisi Trans 7 ini, juga memberikan nilai-nilai pendidikan yang sangat baik untuk anak-anak. Dari cara menyikat gigi, membereskan kamar, berhitung, memelihara hewan sampai pendidikan tentang budaya Indonesia dipertunjukkan dengan tujuan mendidik anak-anak. Jalan Sesama tidak lagi membawa icon tokoh dalam Sesame Street, namun ada beberapa tokoh boneka Indonesia baru seperti Momon, Putri, Tantan, dan Jabrik. Keempat boneka baru ini diharapkan bisa mewakili keragaman anak-anak di Indonesia. Boneka-boneka ini juga punya lawan peran manusia yang dikisahkan sebagai penjual sayur, dokter (dr. Susan diperankan oleh Imelda Fransisca), anak perempuan dokter, dan seorang tukang. Semua cast dalam program ini dipilih secara selektif karena program ini merupakan program yang langsung didanai oleh USAID untuk pendidikan anak Indonesia.
Sangat beruntunglah Indonesia yang mendapatkan program yang amat mendidik ini dengan cuma-cuma. Semoga dengan program ini, banyak anak Indonesia yang makin cerdas dan rajin mencari ilmu. Seluruh Indonesia mungkin juga berharap jam televisi di Indonesia tidak habis dengan sinetron atau acara infotainment saja, namun ada program-program acara yang dapat menginspirasi pejuang-pejuang muda Indonesia di masa mendatang.







